Manfaat Kusen Pintu UPVC

posted on 26 Sep 2015 21:05 by gurugayahidupbaru
Kelebihan lain atas Kusen Pintu upvc adalah adanya pemanfaatan daun jendela yang overlap dengan kusen maka itu akan didapatkan pengucilan yang lebih indah dibandingkan sistem material lain. Pada akhirnya hal ini meminimalkan kebocoran energi, contohnya pada ruangan ber AC, udara normal akan "bocor" keluar sehingga dalam kali panjang ini bakal menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.



Banyak orang mempertanyakan mengenai perawatan mulai meterial upvc, apakah sama dengan material kayu maupun alumunium? Membahas tentang penyelenggaraan, inilah salah satu kelebihan lainnya dari kusen pintu upvc. Pada dasarnya kusen pintu ataupun jendela upvc merupakan turunan plastik, sehingga untuk merawatnya secara umum seperti merawat plastik, cukup membasuh dengan air sabun cukur. Memang ada kurang lebih cairan kimia di toko alat perkakas secara khusus digunakan guna merawat upvc, namun pada prinsipnya ialah sama. Satu hal yang perlu diingat adalah kusen portal upvc mudah pemeliharaan bukan tanpa pemeliharaan, dengan demikian guna kebaikan jangka jenjang tetaplah merawat produk upvc.

Salah satu kelebihan kusen upvc adalah kemampuannya di dalam menahan tembusnya talun ke dalam ruangan, sehingga membuat bertambah kedap suara dipadankan material lain.

Hal ini disebabkan per sifat materialnya seorang diri yang kurang merambatkan suara dibandingkan logam. Disamping itu (getah) perca profilnya mempunyai tempat khusus sehingga bukan kendor seperti yang terjadi di alumunium dan terdapat pada kusen maupun pada daunnya. Hal tersebut diperkuat dengan bentuk yang overlapping jurang keduanya. Untuk dampak yang lebih elok, misalnya digunakan guna audio room, dapat dipergunakan kaca double glass. Ini siap dilakukan karena profil daun upvc mampu menampung ketebalan paras sampai 20 mm.

Hanya harap diingat bahwa kekedapan unik ruangan tidak seluruhnya ditentukan oleh jendela/pintu semata. Terdapat faktor lain seperti tembok, plafond dll., oleh karena itu tidak dapat dipastikan dengan menggunakan kusen pintu atau tingkapan upvc otomatis jadi kedap 100%.

Cara Efektif dan Hemat Berwisata pada Dieng

posted on 26 Sep 2015 17:06 by gurugayahidupbaru
Jadi ceritanya sampeyan adalah seorang petugas di sebuah kongsi, rasanya kamu mau berlibur ke suatu tempat yang cantik. Eh, namun kamu terganjal dengan tenggat libur yang hanya ada di Sabtu dan Minggu, sasaran pakai jatah liburan cuma ada 12 hari selama setahun, itu pun 6 harinya udah kepotong buat lebaran. / kamu gak siap jatah cuti sedikit pun sebab kamu trendi bekerja belum 12 bulan secara terus-menerus, karena berdasarkan UUK No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 ayat 2 huruf C menyatakan hanya Karyawan yang tutup bekerja minimal 12 bulan yang independen mendapat cuti tahunan 12 hari.

Haduh, bingung rasanya, gimana caranya berlibur paket wisata dieng tanpa harus cuti. Akan tetapi di artikel berikut saya coba memberikan solusinya kawan. & destinasi yang aku sarankan pun demikian indahnya, disana awak bisa melihat telaga, kawah, candi dan tak ketinggalan golden sunrise pun juga bisa ada dapatkan.

Banyak bus - bus dari Daerah khusus ibukota jakarta menuju Wonosobo namun sayangnya jam keberangkatannya itu masih di saat jam tingkah laku, umumnya bus - bus akan bertambah jam 15. 00 - 16. 30, namun ada pula bus yang pergi jam 20. 00 dan ini merupakan satu - satunya, dia adalah Bus Damri, kita harus naik dari Poolnya di Kemayoran tepatnyadi Jalan Angkasa No. 17. Ongkos buat bis kelas patas AC adalah 102 ribu. Nanti engkau bakal sampai pada Terminal Mendolo Wonosobo sekitar jam 10an. Dari terminal itu kita lanjutkan bertambah angkot atau mikrobis yang ke haluan RSU Setyonegoro yang mana disini adalah tempat ngetemnya bis Mikrobis yang ke Dieng. Ongkos untuk menuju Dieng adalah 10 ribu saja, lapuk perjalanan sekitar 1, 5 jam, non khawatir, karena dalam waktu perjalanan menunjukkan Dieng, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan indah yang memberi muka mata.



Nah, tersebut kalo kamu bertambah bis, bisa pula kamu naik penghubung, namun yang oleh sebab itu masalah adalah tiada kereta yang langsung ke Wonosobo, jadinya sampeyan harus berhenti pada Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo atau sanggup juga di Stasiun Prembun Kebumen, namun, berdasarkan pengalaman abdi sebaiknya kamu diturunkan di Stasiun Purwokerto sebab disini kian mudah mendapatkan mikrobis dengan tujuan Purwokerto dibandingkan dengan di Kutoarjo atau Prembun. Kereta yang bertambah setelah jam pikulan kantoran diantaranya ialah Sawunggalih Malam, Berlawanan Utama Yogya, Berlawanan Utama Solo, serta Progo, kereta ini berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Apabila kamu berangkatnya daripada Stasiun Jakarta Negeri ada Kereta Serayu Malam yang pergi jam 21. 00, kereta ini meninggalkan jalur selatan maka itu akan memakan saat yang lebih periode.

Dari Stasiun Purwokerto kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Terminal Purwokerto dengan turun angkot, dari Terminal Purwokerto lanjutkan memanjat mikrobis tujuan Wonosobo, nantinya turun di alun - arus Wonosobo, biasanya disana ada mikrobis dengan ke Dieng lalu ngetem.

Nah, waktu ini kamu sudah hingga Dieng nih, indah itu naik medium atau naik bis. Baiknya kamu cari homestay dulu buat leyeh - leyeh sebentar untuk mengundurkan energi yang sungguh banyak terbuang dalam perjalanan. Di Dieng jangan khawatir, tidak sedikit homestay - homestay yang harganya tak menguras kantong kau. Rata - rata homestay di Dieng itu sekitar 75 ribu hingga 250 ribu per malamnya, dimana harga segitu bisa kamu untuk rata apabila engkau membawa teman, umumnya 1 kamar ini bisa di sharing untuk 3 orang2. Makanya kalo di Dieng minimal berdua biar budget awak bisa lebih hemat kawan.

Melihat Lautan serta Mendaki Gunung Anak Krakatau

posted on 26 Sep 2015 16:47 by gurugayahidupbaru
Di terminal Pedalaman Rambutan, terlihat beberapa pemuda-pemudi dengan tas punggung warna-warni hanyut bercengkerama. Salah satunya merupakan saya. Kami merindukan bus malam yang akan membawa aku ke pelabuhan Merak. Tujuan liburan kami kali ini adalah Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

Masih banyak secara menyebutnya sebagai paket wisata gunung krakatau, padahal Krakatau sudah meletus dgn hebatnya pada tahun 1883 hingga meruntuhkan kurang lebih 36. 000 jiwa. Saat tersebut, seluruh dunia diselimuti suasana yang saru dan mencekam. Suara letusannya terdengar terlintas 4600 kilometer jauhnya, semburan debu vulkaniknya mencapai 80 meter dan muntahan karang vulkaniknya berhamburan ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

Dari sisi sejarawan, Gunung Krakatau pun masih mempunyai "ibu" yaitu Gunung Krakatau Purba (Gunung Batuwara) yang ketika meletus memisahkan daratan Jawa dan Sumatera. Tepi-tepi kawah Krakatau Purba dikenal secara Pulau Rakata, Darat Panjang dan Darat Sertung.

Kami meningkat menuju pelabuhan Merak dari terminal Pedalaman Rambutan dengan memanjat bus yang ongkosnya 17. 000 rupiah (sebelum bbm naik) pukul 23. 50 dan tiba jam 4. 10 subuh. Tungpeng selaku penuntun rombongan langsung menghabiskan kami semua ke loket kapal ASDP dan menyeberang di Bakauheuni, Lampung.



Sepanjang 2, 5 jam perjalanan laut, aku hanya duduk berlabun-labun di dek kapal sambil makan cemilan dan menikmati hembusan angin laut. Saking asyiknya, tidak berasa langit sudah zakiah dan tahu-tahu kapal sudah tiba di Lampung.

Turun daripada kapal, kami sinambung mencari angkot guna disewa ke cerocok Canti, tempat dimana kami akan dijemput oleh kapal tiang mengeksplor kawasan Anak Krakatau. Karena lapar, kami sempat keluar di tengah-tengah prosesi untuk makan pagi di sebuah warung nasi dan meresap jalan lagi.

Matahari belum tinggi begitu kami tiba pada dermaga Canti. Weker menunjukkan pukul 7. 40. Terlihat bahtera kayu yang kita sewa sudah menuntut.

Harga sewa kapal kayu ini kira-kira 2-2. 5 juta per kapal dengan maksimal penumpang 20 orang. Ketika diberitahu bahwa nanti dalam perjalanan menuju Pulau Sebesi (tempat kita menginap) kami mau snorkeling di kawasan Pulau Sebuku, seluruh langsung bergegas ke kamar mandi dan berganti baju renang. Sehingga ketika aku sampai di Sebuku, semuanya siap nyebuuuuuurrrr....

Berpapasan dengan masyarakat lokal yang lumayan menyeberang dari Sebesi menuju Dermaga Canti. Motor juga diangkutnya pakai kapal ini. Saking ramahnya itu melambaikan tangan.

Kenyang bermain air pada Sebuku yang biru, kapal bertolak menentang pulau Sebesi. Aku langsung diantarkan ke guest house milik Pemerintah daerah dan dibagi dua lajur, perempuan dan laki2. Satu kamar siap menampung 10-20 manusia dengan tarif 200 ribu per silam. Kalau musim perlop, rumah-rumah penduduk pula disewakan untuk wisatawan. Oh ya, listrik hanya hidup daripada jam 06. 00 sore hingga 00. 00 WIB.